Perhatian Sama Yang Wajib – Part 1

Manusia sering memperhatikan hal yang sia-sia,

ketimbang memperhatikan hal yang wajib.

Apa sih yang penting di dalam hidup ini? Jawaban semua orang beragam. Masing-masing kepala punya jawaban masing-masing sesuai kepentingan.

Harusnya ada 1 jawaban yang rata, yang menjadi asas seluruh perhatian dalam hidup ini. Yang manusia harusnya menaruh perhatian yang cukup untuk urusan penting yang berikut ini: Shalat, al Qur’an, as Sunnah dan pengetahuan akan Rukun Islam dan Rukun Iman. Shalat sendiri adalah bagian dari Rukun Islam kedua setelah syahadat. Saya sendiri nambahin dengan tauhid, ‘aqidah, fiqh dan akhlak sebagai perkara-perkara yang asas, yang dasar, yang basic.

Nah, perhatian kita agaknya sedikit sekali ke urusan itu semua. Mau jadi apapun dia, siapapun dia, mestinya, perhatian ke urusan ini harus menjadi urusan standar yang ga boleh ga tahu.

Kalau sudah begini, pendidikan masa bayi, balita, kanak-kanak, dan remaja, menjadi penting. Sedari dini sudah diajarkan semua hal yang saya sebut supaya tumbuh menjadi apapun, pengetahuan dasar akan semua hal yang saya anggap penting tersebut bisa melekat di diri seseorang. Bukan perkara akan jadi ustadz, namun perkara kita adalah hamba Allah yang harus ikut aturan-aturannya Allah. Untuk bisa ikut aturan Allah ini ya harus belajar. Kita hidup di dunia ini saja, dan tinggal di belahan kecil dari satu bumi yang namanya wilayah kelurahan, RT & RW, kudu ikut peraturan wilayah. Mestinya tinggal dan hidup di alamnya Allah, ya juga mesti ikut aturannya Allah.

Salah satu akibat ga tahu misalnya, ambil contoh adalah apa yang dibahas pada kanal ini, kanal shalat. Akibat ga tahu bahwa shalat itu wajib, maka terjadi keanehan. Perhatian kita terhadap urusan yang wajib ini malah minim. Harusnya sebab disebut wajib, subhaanallaah, berjuang betul untuk memahaminya. Tapi siapa coba yang betul-betul mengerti bacaan shalat? Siapa yang betul-betul mengerti hukum shalat? Siapa yang mengerti seluk beluk tentang shalat? Siapa kemudian yang mendahulukan shalat daripada urusan dunianya, jika ia mengerti bahwa yang satu ini adalah urusan wajib? Jangan-jangan yang disebut tahu adalah sekedar “tahu” dalam keadaan setipis-tipisnya pengetahuan atau sesedikit-sedikitnya pengetahuan.

Bila kita merasa terlambat, ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang terlambat, kecuali orang yang malas. Dan alhamdulillah, jika Saudara membaca tulisan ini, itu tandanya Saudara betul-betul sudah menaruh perhatian. Entah untuk menambah ilmu sekedarnya, atau serius dalam menambah ilmunya.

 

to be continued

Salam
Yusuf Mansur

Part 1

Sumber: kuliah-online.com

3 thoughts on “Perhatian Sama Yang Wajib – Part 1

  1. Pingback: Perhatian Sama Yang Wajib – Part 2 | Adeilkomipb's Blog

  2. Pingback: Allah Datang – Part 1 | Adeilkomipb's Blog

  3. Pingback: Allah Datang – Part 2 | Adeilkomipb's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s