Mengharap Sama Allah – Part 5

Buat semua kawan yang masih baik-baik saja, masih jaya, masih sakses, masih berlimpah, jangan sampai peristiwa itu didatangkan Allah. Selagi masih banyak karunia, termasuk sehat, berkeluarga, beranak pinak, berizki pekerjaan atau usaha, dekatkan diri kepada Allah. Jadilah yang selalu ada di shaf pertama, sejak sebelum azan dikumandangkan. Jika saudara perempuan, yang karenanya ga bisa ke masjid barangkali, sebab ga ada muhrimnya, ga ada temennya, ga ada kawan untuk jalan ke masjid, maka jadilah selalu yang sudah siap untuk shalat lima waktu, sebelum azan dikumandangkan. Jangan sampai ketinggalan doa antara azan dan iqomat jika itu bisa dilakukan. Jangan sampe kehilangan satu pun shalat sunnah qobliyah ba’diyah. Jangan sampe ada pagi terlewat kecuali ada dhuha. Jangan sampe ada malam terlewat kecuali bangun malam, untuk shalat malam. Penuhi setiap ibadah dengan ibadah doa. Doaaaaaaaa terus. Berbisiiiiiiiiiik terus kepada Allah. Ngomoooooooong terus ke Allah. Atas apa-apa yang terjadi. Lapor terus. Sementara, jangan tunggu sempit, baru juga Saudara dan juga saya, bersedekah.

Allah bener-bener Tuhan Yang Penuh Dengan Harapan. Kepada-Nya semua dari kita berharap. Ada di antara Onliners yang berharap betul tahun ini bisa menikah. Tahun depan lalu sudah bisa menimang anak, dari rahimnya sendiri. Di antara onliners, ada yang bener-bener berharap, dia bisa hamil tahun ini, dan tahun depan sudah mendengar tangisan indah dari bayinya sendiri.

Ada Allah yang sanggup menyembuhkan total semua penyakit Saudara. Dan menunggu Saudara di Surga-Nya dalam keadaan Saudara menghadapnya sebagai manusia yang bener-bener sehat, tidak ketemu badan yang penyakitan. Jika Saudara bersabar, Allah mungkin tidak menyembuhkan Saudara. Tapi Allah mengampuni dosa Saudara, lalu Saudara diberikan hak untuk melihat Wajah-Nya. Sebab kesabaran Saudara, Saudara lalu dikumpulkan bersama para nabi.

Si sulung yang sempat Saudara kehilangan dia. Justru barangkali menjadi anak yang menjemput dengan senyumannya, saat Saudara nanti sakratul maut. Saudara kehilangan anak yang Saudara sayangi. Namun Saudara mengikhlaskannya. Lalu Allah menggantinya dengan 2 atau 3 anak yang lain. Saat Saudara sudah lupa, Allah malah menghadirkannya. Saat sakratul maut, malaikat kematian dengan izin Allah datang dengan seorang anak muda yang Saudara diizinkan memiliki rasa bahwa dia adalah sulungnya Saudara. Subhaanalllaah.

Saudara yang menanti hadirnya jodoh, Allah Yang Penuh Harapan, barangkali tidak mengizinkan Saudara menikah hingga akhir hayat Saudara. Saat di padang makhsyar, saat semua suami tidak bisa mengingat siapa istrinya, saat semua istri tidak bisa mengingat siapa suaminya, saat semua ayah ibu tidak bisa mengingat siapa anaknya, saat semua anak tidak bisa mengingat siapa ayah ibunya, Saudara malah dijemput Allah. Allah utus sahabat-sahabat Rasul untuk menjemput Saudara dan mempertemukan Saudara dengan manusia yang akan memberi syafaat di hari dijatuhkannya syafaat. Saudara sebab sabarnya Saudara akan segala ketemtuan Allah, lalu Allah menyandingkan Saudara dengan nabi paling sabar, yakni Nabi Muhammad shallaa ‘alaih. Subhaanallaah.

Dan saya dengan suara paling dalam mengatakan, tidak ada juga yang sabar, tawakkal, menerima semua nasib, kecuali kemudian Allah jawab juga permintaannya. Jodoh dihadirkannya dalam keadaan dia ga lalai dari Allah.

Sebagaimana mereka yang merasa akan kehilangan rumahnya, tokonya, usahanya, hancur perdagangannya, lalu mereka bertawakkal, menyerahkan ke Allah, biasanya keajaiban akan terjadi. Bisa jadi usahanya memang hancur. Yang dengannya hancur pula dosa-dosanya yang tumbuh membesar bersama usahanya. Tapi kemudian Allah ganti dengan usaha yang bersih yang tumbuh bersama doa dan ibadah-ibadahnya. Bisa jadi rumahnya kemudian disita. Tapi Allah kasih dulu penampuangan, dengan Cara-Cara-Nya. Bersama rumah yang diambil-Nya, diambil pula oleh-Nya dosa-dosanya. Setelah bersih, dan kemudian muncul doa-doa dan ibadah-ibadahnya, Allah berikan lagi kemudian rumah yang bersih untuknya. Bisa jadi rumah tangga seseorang Allah hancur leburkan. Allah pisahkan sepisah-pisahnya. Tapi Allah punya Kuasa untuk mengembalikan kembali keutuhan rumah tangganya. Allah pisahkan juga mereka dari dosa-dosa mereka. Seiring kemudian setelah bersih, Allah hadiahkan mereka rumah tangga yang tenang dan bahagia.

Manusia itu tempatnya dosa. Allah punya cara-cara untuk mengampuni seseorang, memaafkan. Manusia juga punya doa-doa. Allah punya jutaan cara juga dalam mengabulkan. Kadang perjalanan pencucian dan pengampunan dosa, menyakitkan. Tapi itu bukan bagi mereka yang ikhlas dan pasrah. Buat mereka ini, semakin berat beban, semakin menderita, mereka akan semakin menemukan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Subhaanallaah.

Mereka yang belajar, kuliah, punya harapan agar dimudahkan Allah belajarnya, kuliahnya. Maka mereka ini tidak salah. Apalagi jika kemudian dipenuhi hak-hak Allah. Mereka shalat tepat waktu, berjamaah. Mereka menyisihkan waktu untuk dhuha, tahajjud¸dan menyenangkan duduk agak lama di masjid, di sajadah, sebagaimana senangnya mereka duduk di bangku sekolah dan kuliah. Duduk di kelas bisa separuh hari. Tapi duduk bersama Allah, hanya beberapa menit yang tidak berkualitas. Ini kemudian mereka ubah, sebab mereka punya harapan sama Allah. Sungguh, Allah akan mewujudkannya. Tambah-tambah lagi manakala Allah melihat mereka yang sungguh-sungguh berharap ke Allahnya, lalu bersungguh-sungguh pula menjaga dirinya dari segala maksiat dan dosa. Subhaanallaah. Tentu Allah akan mewujudkan segala harapannya dengan perwujudan yang indah. Bukan terjadi tapi malah jadi prahara.

Dan sebaik-baik harapan adalah dibukanya surga, ditutupnya neraka. Bisa berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya. Dalam keadaan Allah ridha, dan Rasul pun menyambut. Subhaanallaah. Maasyaa Allah. Didoakan, didoakan, didoakan. Dan doakan saya, doakan saya, doakan saya.

Sejenak mari kita heningkan diri.

Kita sama-sama saling berdoa dan mendoakan.

Bener-bener lakukan ya.

Saya pun dengan izin Allah, melakukan. Dan menyenangi melakukan. Kadang di mobil, ketika berkendaraan, di motor ketika bermotor ria, di saat duduk menunggu jadwal qomat atau jadwal tausiyah, saya sempatkan berdoa dan mendoakan. Senang, sebab tidak ada doa yang tidak dikabul. Semua doa dikabul. Bahkan menjadi penukar bencana yang kita tidak ketahui, dan penarik kebaikan yang tidak kita minta.

Berdoa…. Dimulai….

 

Salam
Yusuf Mansur

Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5

Sumber: kuliah-online.com

4 thoughts on “Mengharap Sama Allah – Part 5

  1. Pingback: Mengharap Sama Allah – Part 4 | Adeilkomipb's Blog

  2. Pingback: Mengharap Sama Allah – Part 3 | Adeilkomipb's Blog

  3. Pingback: Mengharap Sama Allah – Part 2 | Adeilkomipb's Blog

  4. Pingback: Mengharap Sama Allah – Part 1 | Adeilkomipb's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s