Siapa Tuhan Kita? – Part 2

Sekilas Part 1:

Ketika seseorang dibenturin sama ujian hidup. Misal dia ga bisa bayar hutang, apa yang dia katakan? “Kalo saya ga bisa bayar besok ini, saya bisa gawat nih…”

Keliatannya ga masalah kalimat ini. Tapi buat saya ini masalah. Pantes aja ga ada ketenangan. Pantes aja jadi ga tenang.

Secara kalimat seperti memang begitu. Sebab dia ga bayar hutang, besok bisa gawat. Pikiran seperti ini yang akan bener-bener membuat dia gawat.

***

Tidak ada yang berkuasa atas diri kita. Termasuk pikiran kita. Kalau kita mikirnya baik, maka akan baik pula kejadiannya. Jika kita berpikir buruk, jelek, kacau, maka semua yang kita pikirin bisa terwujud. Kalimat ini masih harus ditambahin, bi-idznillaah, dengan izin Allah. Atau: Maa Syaa-Allah. Laa quwwata illaa billaah. Apa-apa semua Kehendak Allah. Tidak ada daya upaya kecuali dengan Kekuatan Allah. Jadi panjang sih setiap kalimat kita. Tapi jadi aman. Belakangan tahun saya ya begitu. Aman.

Dan tentu saja saya tidak menyarankan Saudara lalu berkata buruk, lalu menempelkan kalimat: bi-idznillaah. Jangan. Tetap saja harus pakai kalimat baik. “Dengan izin Allah (bi-idznillaah, insya Allah besok akan baik-baik saja. Allah yang akan melunaskan hutang saya, dan membuat situasi baik-baik saja.”

Kalimat positif pun harus tetap memakai dan melibatkan Allah. Jika tidak, maka benarlah, kita berpindah Tuhan. Dari Allah menjadi pikiran kita. “Pikiran kita akan mewujudkan keadaan”, begitu kata pelaku-pelaku berpikir positif yang barangkali karena ketidaktahuannya tentang tauhid jadi mengatakan itu. Ini kurang tepat. Harus hati-hati.

Sekali lagi, diri kita, pikiran kita, tidak berkuasa atas kita. Namun tetap harus melatih diri dengan kalimat-kalimat positif. Hanya, biasakan tetap memakai dan melibatkan Allah.

Kita coba liat kalimat lain:

“Besok saya bisa gawat nih kalau si Fulan ga bayar hutangnya. Bisa-bisa saya ga bisa bayar hutang saya kepada yang lain.”

Lebih baik mengatakan apa? Supaya “keadaan orang lain yang tidak bayar hutang kepada Saudara” lalu jadi Tuhan, yang akan membuat Saudara gawat atau tidak gawat?

Ya ubah dulu kalimatnya. Sertakan sedikiiiiiiit asma-Nya. Nama-Nya. “Maasyaa-Allaaah… Mudah-mudahan si Fulan besok diizinkan Allah bayar hutangnya ke saya. Sehingga mudah-mudahan saya bisa bayar hutang saya kepada yang lain. Bila tidak, saya berdoa sama Allah, supaya darimana saja tetap Allah hadirkan jalan supaya saya bisa bayar hutang ke orang lain.”

Kalimat itu akan lebih panjang. Tapi aman secara tauhid.

Saya dulu ga terlatih. Dengan izin Allah, saya mulai belajar. Kadang-kadang saya pakai juga namanya, tapi saya tetap tidak bersih juga dalam penyebutannya.

Contoh: “Ya Allah, kalau engga ada mobil nih besok, ga bakalan bisa jalan nih kondangan ke Garut…”

Lihat. Ini nyebut Allah juga, tapi tidak meninggalkan Tuhan yang lain. Coba lihat. Coba baca lagi. ada ga Tuhan yang lain? Ada. Yakni mobil. Kalo ada mobil, bisa jalan ke Garut. Ga ada mobil, ga bisa ke Garut. Dan di kalimat itu, tetap menyebut Allah. Tapi ternyata masih menyebut yang lain.

Ribet ya? Itu kan ungkapan biasa… Begitu kata sebagian kita. Tapi dari sini semua ketenangan dan ketidaktenangan bisa terjadi. Bulet saja Tuhannya Allah. Sehingga otomatis semuanya pun akan menjadi baik. Saya dengan izin Allah kemudian belajar mengatakan, “Ya Allah, tolong adain mobil ya. Plus rizki bensin, kesehatan, kelapangan, keselamatan. Besok saya mau ke Garut…”

Udah, begitu aja. Sehingga jadi doa aja. Bukan jadi keluhan, ketakutan, kekhawatiran. Kalo emang kita ga yakin bakal diizinkan Allah dapet mobil, tambahin kalimatnya: “… Kalau emang ga ada mobil, berarti saya ga diizinkan pergi oleh-Mu yaa Allah. Kalau bisa sih, tetap izinkan. Atau Engkau aturkan yang terbaik.”

Aman dah tuh. Masih aman.

Siapa Tuhan kita? Itu sangat berpengaruh dalam kehidupan kita.

Tulisan ini masih perlu Saudara ulangi bacanya.

 

Salam hormat,
Yusuf Mansur.

Part 1
Part 2

Sumber: kuliah-online.com

One thought on “Siapa Tuhan Kita? – Part 2

  1. Pingback: Siapa Tuhan Kita? – Part 1 | Adeilkomipb's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s