Siapa Tuhan Kita? – Part 1

Perkara tauhid akan menyebabkan ketenangan dan ketidaktenangan.

Sering saya bertanya, siapa sih Tuhan kita? Siapa Tuhannya Ibu dan Bapak? Tuhannya Mas, Tuhannya Mbak? Tuhannya Saudara dan Kawan-kawan semua?

Ga ada yang berani mengatakan Tuhan kita bukan Allah. Insya Allah kita akan mengatakan bahwa Tuhan kita adalah Allah. Dan insya Allah memang Tuhan kita adalah Allah. Tapi yang jadi masalah kemudian adalah bisa jadi ga murni. Ga bersih. Ada Tuhan lain bersama Allah.

Ya, ada Tuhan Tuhan lain yang kita takuti, harapi, selain Allah. Kita percaya bahwa ada kekuatan yang lain yang berkehendak atas diri Saudara, mengendalikan Saudara, menyebabkan Saudara bisa begini dan begitu. Ga sepenuhnya Allah saja. Padahal semua peran itu harusnya peran Allah. Semata peran Allah. Ga boleh ada yang lain. Dan ga ada yang lain memang sebenernya. Tapi kenyataannya begitu. Kita masih percaya Tuhan Tuhan yang lain di saat yang sama kita mengatakan bahwa Tuhan kita adalah Allah. Kita percaya ada yang memberi rizki selain Allah. Kita percaya ada yang menyebabkan kita ini payah, bagus, kuat, lemah, untung, buntung, sulit, mudah, hilang barang, hilang duit, dapat barang dapat duit, selain Allah. Bahkan sebagian dari kita, percaya bahwa kematian di tangan Allah. Allah Yang Menghidupkan dan Mematikan. Namun pada saat yang sama, ia ternyata percaya juga bahwa ada yang lain yang juga bisa menghidupkan dan mematikan.

Ada yang bertanya, masa sih? Engga ah.

Saya gantian nanya, masa engga? Bener nih engga?

Ketika seseorang dibenturin sama ujian hidup. Misal dia ga bisa bayar hutang, apa yang dia katakan? “Kalo saya ga bisa bayar besok ini, saya bisa gawat nih…”

Keliatannya ga masalah kalimat ini. Tapi buat saya ini masalah. Pantes aja ga ada ketenangan. Pantes aja jadi ga tenang.

Secara kalimat seperti memang begitu. Sebab dia ga bayar hutang, besok bisa gawat. Pikiran seperti ini yang akan bener-bener membuat dia gawat.

Seorang kawan malah bercanda dengan saya. He he, katanya, loh, berarti Anda juga percaya dong? Buktinya Anda percaya bahwa dia bener-bener akan gawat bila mempercayai dia akan gawat? Harusnya Anda jangan percaya dan jangan mengatakan: “Jangan mikir begitu. Ntar kejadian beneran.”

Cukup saya renungi kalimat candaan yang juga mungkin ada benernya. Oke kita cari kalimat-kalimat yang aman. Bener. Jika salah kita memakai kalimat, salah-salah bisa jelek tauhid kita.

to be continued…

Salam hormat,
Yusuf Mansur.

Part 1
Part 2

Sumber: kuliah-online.com

One thought on “Siapa Tuhan Kita? – Part 1

  1. Pingback: Siapa Tuhan Kita? – Part 2 | Adeilkomipb's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s