Come to Allah, Talk to Allah – Part 2

Berikut cerita lanjutan mengenai pengalaman hidup dari Ustad Yusuf Mansur. Semoga pengalaman hidup beliau mungkin dapat menginspirasi kita semua.

***

29 November 2001, setelah shubuh, Wirda lahir. Duit belom ada. Dan pikiran saya masya Allah, masih duit, duit, dan duit. Padahal sekali lagi, Allah punya buanyak cara, buanyak jalan. Bisa saja kan Allah hadirkan cara lain. Misalnya dibebaskan biaya oleh bidannya, dan lain sebagainya. Tapi fokus saya, salah. Bukan Allah dengan segala Pertolongan dan Kemudahan-Nya. Tapi malah duit.

Ini pula yang menjadi penyebab mereka yang punya hutang, lama sekali selesai hutangnya. Fokusnya adalah duit. Kalo ada duit, baru masalah, menurut mereka, selesai. Kecil sekali Allah, untuk menolong mereka, harus dulu mereka punya duit. Ga gitu. Sungguh ga gitu.

Ini pula yang mendorong mereka yang ga punya kerjaan, ga punya usaha, lalu juga ga punya makanan, sedang mereka punya anak istri belom makan sedari siang, lalu melangkah ngutang. Melangkah pinjem. Atau melangkah minta. Pikirannya fokus pada duit dan makanan. Bukan kepada Allah. Ga mulia. Yang ada sering jadi hina. Bahkan salah-salah, bisa melakukan perbuatan yang salah yang tidak diridhai Allah. Bahkan bisa bertambah-tambah sulitnya.

to be continued

Salam, Yusuf Mansur.
Sumber: kuliah-online.com
Part 3

 

4 thoughts on “Come to Allah, Talk to Allah – Part 2

  1. Pingback: Come to Allah, Talk to Allah – Part 1 | Adeilkomipb's Blog

  2. Pingback: Come to Allah, Talk to Allah – Part 3 | Adeilkomipb's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s