Come to Allah, Talk to Allah – Part 1

Sedikit share dari kuliah-online.com yang di mentori oleh Ustad Yusuf Mansur. Pengalaman hidup beliau mungkin dapat menginspirasi kita semua.
***

29 November 2001, Wirda lahir. Dari awal istri saya hamil, sampe melahirkan, saya sebagai ayah mencari rizki. Bukan ga nyari. Tapi yah, kata orang: “Kalo belom rizkinya, ya susah.”

Tapi benarkah rizki itu emang susah kalo belom waktunya…?

Apakah bukan karena emang seperti saya? Salah “rundown” mencari rizki. Allah bukan sebagai pusat. Allah bukan sebagai tempat dituju dan menuju. Sandarannya adalah selain Allah. Kita sering atau kerap menyebutnya sebagai ikhtiar. Seperti saya.

Ya. Seperti saya.

Saya merasa, ada yang salah dalam langkah saya mencari rizki. Sehingga saya larut dalam keyakinan orang kebanyakan. “Kalo belom rizkinya, ya susah.”

Ini jelas salah, “Ga dapat rizki pun, itu rizki.” Sebab salah mengartikan bahwa harus berhasil bawa uang, dapat uang, sebagai wujud satu-satunya rizki. Cara berpikir yang salah, mengakibatkan kesimpulan yang suka salah juga.

Apalagi saya bener-bener merasa salah saat itu. Salah langkah. Kurang bener langkahnya. Sehingga “duit” yang dibutuhkan, bukan Allah. Nyari duit, lebih susah ketimbang nyari Allah. Nyari Allah gampang banget. Dan Jalan-Nya, banyak sekali. Ga seperti yang kita bayangkan.

Saya saat istri saya hamil, punya dosa sama beliau. Saya bawa ke sana, saya bawa ke sini. Nemuin manusia. Tapi untuk ketemu Allah, duh¸ ga seperti saya membawa ketemu manusia. Perjalanan jauh Jakarta – Bogor, saat itu, yang tidak ada kendaraan roda empat, mengandalkan bus pula dan atau motor, menjadi lebih menarik dan lebih gigih saya jalani. Dan saya bawa istri saya lagi! Dalam keadaan hamilnya. Masya Allah. Jakarta – Bekasi juga. Ya Allah. Kalau ingat, tentu berasa sekali perut besar, usia pun beliau, 16 tahun saat itu, hamil tua, harus bermotor-motor ria. Maasyaa Allah, kalo inget, jadi malu sendiri. Jalanan jelek berlobang, gerimis, menjadi bumbu kepahitan orang yang ga kenal Allah seperti saya.

to be continued

Salam, Yusuf Mansur.
Sumber: kuliah-online.com
Part 3

2 thoughts on “Come to Allah, Talk to Allah – Part 1

  1. Pingback: Come to Allah, Talk to Allah – Part 2 | Adeilkomipb's Blog

  2. Pingback: Come to Allah, Talk to Allah – Part 3 | Adeilkomipb's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s